KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang atas
rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “sejarah sastra pada zaman purba”. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan
untuk menyelesaikan tugas mata kuliah sejarahdanteorisastra.
Dalam penulisan makalah ini, penulis merasa masih banyak
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Akhir kata
penulis ucapkan terima kasih.
Palopo, september 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ................................................................................ i
DAFTAR
ISI .............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang .................................................................................. 1
B.
Rumusan
masalah .............................................................................. 2
C.
Tujuan
penulisan ............................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
sastrapurba....................................................................... 3
B.
Ciripuisi lama..................................................................................... 4
C.
Kesusastraanmelayuklasik.................................................................. 5
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan
....................................................................................... 9
B.
Saran................................................................................................. 9
DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Suatu hasil
karya baru dapat dikatakan memiliki nilai sastra bila di dalamnya terdapat
kesepadanan antara bentuk dan isinya. Bentuk bahasanya baik dan indah, dan
susunannya beserta isinya dapat menimbulkan perasaan haru dan kagum di hati
pembacanya.
Bentuk dan isi
sastra harus saling mengisi, yaitu dapat menimbulkan kesan yang mendalam di
hati para pembacanya sebagai prwujudan nilai-nilai karya seni. Apabila isi
tulisan
cukup baik tetapi cara pengungkapan bahasanya buruk, karya tersebut
tidak dapat disebut sebagai cipta sastra, begitu juga sebaliknya.Sastra
memiliki beberapa jenis: - sastra daerah, yaitu karya sastra yang berkembang di daerah dan diungkapkan dengan menggunakan bahasa daerah.
- sastra dunia, yaitu karya sastra milik dunia yang bersifat universal.
- sastra kontemporer, yaitu sastra masa kini yang telah meninggalkan ciri-ciri khas pada masa sebelumnya.
- sastra modern, yaitu sastra yang telah terpengaruh oleh sastra asing(sastra barat).
Contoh-contoh
karya sastra yang sering kita lihat sehari-hari adalah puisi, cerpen, novel,
drama, dan banyak lagi. Masing-masing karya sastra tersebut memiliki ciri khas
masing-masing dan isinya juga beragam tergantung si pembuat karya sastra
tersebut. Bisa saja isinya tentang kehidupan nyata si pengarang ataupun tentang
kritik sosial. Walaupun bermacam-macam isinya, asalkan memiliki rasa keindahan,
itu sudah dapat disebut karya sastra.
Dengan demikian, sastra Indonesia pada
hakikatnya adalah sastra yang berada pada jalur yang mengglobal itu.
Sebagaimana dengan perkembangan bahasa Indonesia, sastra Indonesia tidak ada
masalah dalam globalisasi. Yang menjadi soal adalah bagaimana menjadikan bahasa
dan sastra itu memiliki posisi yang kuat di tengah-tengah masyarakatnya. Atau
lebih jauh, bagaimana langkah untuk menjadikan masyarakatnya memiliki posisi
kuat di tengah-tengah masyarakat dunia.
B.
Permasalahan
Hal hal yang menjadirumusanmasalahdalammakalahiniadalahsebagaiberikut.
1. Pengertiansastrapurba
2. Ciripuisi lama
3. Kesusastraanmelayuklasik
C. Tujuan
Makalah ini ditulis untuk menambah
pengetahuan akan perkembangan sastra pada zaman purba. Mengenai apa saja yang terjadi dan
bagaimana proses lahirnya sastra zaman purba. Tujuan yang jelas adalah supaya
mengenal bentuk, struktur dan arah perkembangan sastra.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian sastrapurba
Sastra
Zaman purbaadalahSastra Indonesia Lama mulaipada masa pra-sejarah
(sebelumsuatubangsamengenaltulisan) danberakhirpada masa Abdullah bin
AbdulkadirMunsyi. Ada juga yang mengatakanbahwasastra Indonesia lama
berakhirpada masa balaiPustaka.Sastra Indonesia Lama
tidakdapatdigolong-golongkanberdasarkanjangkawaktutertentu (sepertihalnyaSastra
Indonesia baru) karenahasil-hasildarisastra masa
initidakmencantumkanwaktudannamapengarangnya.
Karanganprosaialahkarangan
yang
bersifatmenerangjelaskansecarateruraimengenaisuatumasalahatauhalatauperistiwadan
lain-lain.Padadasarnyakaryabentukprosaadaduamacam, yaknikaryasastra yang
bersifatsastradankaryasastra yang bersifatbukansastra.Yang
bersifatsastramerupakankaryasastra yang kreatifimajinatif, sedangkankaryasastra
yang bukanastraialahkaryasastra yang nonimajinatif.
·
MacamKaryaSastraBentukProsa
Dalamkhasanahsastra
Indonesia dikenalduamacamkelompokkaryasastramenuruttemanya, yaknikaryasastra
lama dankaryasastrabaru.Hal itujugaberlakubagikaryasastrabentukprosa.Jadi,
adakaryasastraprosa lama dankaryasastraprosabaru.
·
Perbedaanprosa
lama danprosabarumenurut Dr. J. S. Baduduadalah:
Prosa
lama:
1. Cenderungbersifatstastis,
sesuaidengankeadaanmasyarakat lama yang mengalamiperubahansecaralambat.
2. Istanasentris(
ceritanyasekitarkerajaan, istana, keluarga raja, bersifatfeodal).
3. Hampirseluruhnyaberbentukhikayat,
tamboataudongeng. Pembacadibawakedalamkhayaldanfantasi.
4. Dipengaruhiolehkesusastraan Hindu
dan Arab.
5. Ceritanyaseringbersifatanonim
(tanpanama)
6. Milikbersama
B.
Ciripuisi lama
1. merupakanpuisirakyat yang
takdikenalnamapengarangnya.
2. disampaikanlewatmulutkemulut, jadimerupakansastralisan.
3. sangatterikatolehaturan-aturansepertijumlahbaristiap
bait, jumlahsuku kata maupunrima.
Yang
termauskpuisi lama adalah
1. mantra
adalahucapan-ucapanyangdianggapmemilikikekuatangaib
2. pantunadalahpuisi yang
bercirikanbersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiapbaristerdiridari 8-12 suku
kata, 2 barisawalsebagaisampiran, 2 barisberikutnyasebagaiisi.
Pembagianpantunmenurutisinyaterdiridaripantunanak, muda-mudi, agama/nasihat,
teka-teki, jenaka
3. karminaadalahpantunkilatsepertipantuntetapipendek
4. selokaadalahpantunberkait
5. gurindamadalahpuisi yang
berdirikantiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisinasihat
6. syairadalahpuisi yang bersumberdari
Arab denganciritiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisinasihatataucerita
7. talibunadalahpantungenap yang tiap
bait terdiridari 6, 8, ataupun 10 baris
C.
Kesusastraanmelayuklasik
Sastra
Melayu Klasik tidak dapat digolongkan berdasarkan jangka waktu tertentu karena
hasil karyanya tidak memperlihatkan waktu. Semua karya berupa milik bersama. Karena
itu, penggolongan biasanya berdasarkan atas : bentuk, isi, dan pengaruh asing.
a. Kesusastraan
Rakyat (Kesusastraan Melayu Asli)
Kesusastraan rakyat/ Kesusastraan melayu
asli, hidup ditengah-tengah masyarakat. Cerita itu diturunkan dari orang tua kapada
anaknya, dari nenek mamak kepada cucunya, dari pencerita kepada pendengar.
Penceritaan ini
dikenal sebagai sastra lisan (oral literature).
Kesusastraan yang tumbuh tidak terlepas dari
kebudayaan yang ada pada waktu itu. Pada masa Purba (sebelum kedatangan agama
Hindu, Budha dan Islam) kepercayan yang dianut masyarakat adalah animisme dan
dinamisme. Karena itu, cerita mereka berhubungan dengan kepercayaan kepada
roh-roh halus dan kekuatan gaib yang dimilikinya. Misalnya :
- Cerita asal-usul
- Cerita binatang
- Cerita Jenaka
- Cerita Pelipur lara.
Contoh
Mantra Memasuki hutan rimba
Hai, si Gempar Alam
Gegap gempita
Jarum besi akan romaku
Ular tembaga akan romaku
Ular bisa akan janggutku
Buaya akar tongkat mulutku
Harimau menderam di pengeriku
Gajah mendering bunyi suaraku
Suaraku seperti bunyi halilintar
Bibir terkatup, gigi terkunci
Jikalau bergerak bumi dan langit
Bergeraklah hati engkau
Hendak marah atau hendak
membiasakan aku.
b. Pengaruh
Hindu dalam Kesusastraan Melayu
Pengaruh Hindu Budha di Nusantara sudah sejak
lama. Menurut J.C. Leur (Yock Fang : 1991) yang menyebarkan agama
Hindu di Melayu adalah para Brahmana. Mereka diundang oleh raja untuk
meresmikan yang menjadi ksatria. Kemudian dengan munculnya agama Budha di India
maka pengaruh India terhadap bangsa Melayu semakin besar. Apalagi agama Budha
tidak mengenal kasta, sehingga mudah beradaptasi dengan masyarakat Melayu.
- Epos India dalam kesusastraan Melayu
Ø
Ramayana : cerita Ramayana
sudah dikenal lama di Nusantara. Pada zaman pemerintahan Raja Daksa (910-919)
cerita rama diperlihatkan di relief-relief Candi Loro Jonggrang. Pada tahun 925
seorang penyair telah menyalin cerita Rama ke dalam bentuk puisi Jawa yaitu
Kakawin Ramayana. Lima ratus tahun kemudian cerita Rama dipahat lagi sebagai
relief Candi Penataran. Dalam bahasa melayu
cerita Rama dikenal dengan nama Hikayat Sri Rama yang terdiri atas 2 versi : 1)
Roorda van Eysinga (1843) dan W.G. Shelabear.
Ø Mahabarata
: Bukan hanya sekedar epos tetapi sudah menjadi kitab suci agama Hindu. Dalam
sastra melayu Mahabarata dikenal dengan nama Hikayat Pandawa. Dalam
sastra jawa pengaruh Mahabarata paling tampak dari cerita wayang.
c. Kesusastraan Zaman Peralihan Hindu-Islam, dan
pengaruh Islam
Sastra zaman peralihan
adalah sastra yang lahir dari pertemuan sastra yang berunsur Hindu dengan
sastra yang berunsur Islam di dalamnya. Contoh karya-karya sastra yang masuk
dalam masa ini adalah : Hikayat Puspa raja, Hikayat Parung Punting,
Hikayat Lang-lang Buana, dsb.
Sastra pengaruh Islam adalah
karya sastra yang isinya tentang ajaran agama Islam yang harus dilakukan oleh
penganut agama Islam. Contoh karya : Hikayat Nur Muhammad, Hikayat Bulan
Berbelah, Hikayat Iskandar Zulkarnaen dsb.
·
Perkembangan agama Islam
yang pesat di Nusantara sebenarnya bertalian dengan perkembangan Islam di
dunia. Pada tahun 1198 M. Gujarat ditaklukkan oleh Islam. Melalui Perdagangan
oleh bangsa Gujarat, Islam berkembang jauh sampai ke wilayah Nusantara. Pada
permulaan abad ke-13 Islam berkembang pesat di Nusantara.Pada abad ke-16 dan
ke-17 kerajaan-kerajaan di Nusantara satu persatu menjadi wilayah jajahan
bangsa-bangsa Eropa yang pada mulanya datang ke Nusantara karena mau memiliki
rempah-rempah.
d. Kesusastraan
Masa Peralihan : Perkembangan dari Melayu Klasik ke Melayu Modern
Pada masa ini perkembangan
antara kesusastraan Melayu Klasik dan kesusastraan Melayu Modern peralihannya
dilihat dari sudut isi dan bahasa yang digunakan oleh pengarangnya. Dua orang
tokoh yang dikenal dalam masa peralihan ini adalah Raja Ali Haji dari pulau
Penyengat, Kepulauan Riau, dan Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi dari Malaka.
Contoh karya Abdullah :
Hikayat Abdullah, Syair Singapura dimakan Api, ia juga menerjemahkan Injil ke
dalam bahasa melayu.
Contoh Gurindam Raja Ali
Haji
Gurindam pasal pertama
Barang siapa tidak memegang
agama
Sekali-kali tidakkan boleh
di bilangkan nama
Barang siapa mengenal yang
empat
Ia itulah orang yang
makrifat
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tengahnya tiada
ia menyalah
Barang siapa mengenal dunia
tahulah ia barang yang
terperdaya
Barang siapa mengenal
akhirat
Tahulah ia dunia mudarat
Kurang fikir, kurang siasat
Tinta dirimu kelah tersesat
Fikir dahulu sebelum
berkata
Supaya terlelah selang
sengketa
Kalau mulut tajam dan kasar
Boleh ditimpa bahaya besar
Jika ilmu tiada sempurna
Tiada berapa ia berguna.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perkembangansastra di Indonesia sepertinyamengalamiproblematikatersendiri.Terkadangperiodekesusasteraansulitsekaliditentukandimanasebuahperiodeitudimulai.Secarateorisejarahkesusasteraan
di Indonesia inimasihtergolongmuda, belumsampaiberumursatuabad,
sehinggamasihbanyaklobang-lobang yang perlu di
gali.Olehsebabitudibutuhkansuatubentukkajian yang
diharapkanmampumenarikdanmenghidupkansastra di Indonesia.Perlu di
ketahuibahwadenganmempelajarisastraberartisecaratidaklangsungjugakitamempelajarisejarah
yang membentuksastraitusendiri.
Setelahmelakukanbeberapapendekatan yang disarankan,
penulisdapatmenariksuatukesimpulanbahwaperkembangansastra Indonesia
telahsampaipadahakikatnya, yaitubebasberekspresi.Sekarang yang
jadipermasalahanadalahapakahmampusastra Indonesia inimemjadisolusi yang
tepatdalam proses pengintegrasianbangsa, yang padakenyataannyatelahsampaipadatitikterang.
Sebenarnyainimerupakanladang yang baikbagi para
sastrawandanpenikmatsastrauntuksampaipadaesensitertinggidalamkesusasteraan.
B.
Saran
Kita
sebagaigenerasimudaharusmengetahuisejarahsastradanbisamengenbangkansastraitusendiri,
karenasastraadalahsalahsatubagiandaribangsainijadikitaharusmenjagadanmengembangkansastrajikakitainginmembuatbangsainimaju.
DaftarPustaka
http://sutimbang.wordpress.com/2009/01/11/makalah-sejarah-sastra/
Endraswara, Suwardi. 2008. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta:
Media Presinfo.
