KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang atas
rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “perkembangan anak usia 2 sampai 6 tahun”. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan
untuk menyelesaikan tugas mata kuliah perkembanganpesertadidik.
Dalam penulisan makalah ini, penulis merasa masih banyak
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Akhir kata
penulis ucapkan terima kasih.
Palopo, Oktober 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ................................................................................ i
DAFTAR
ISI .............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang .................................................................................. 1
B.
Rumusan
masalah .............................................................................. 2
C.
Tujuan
penulisan ............................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Perkembangan masa awalanak-anak.................................................. 3
B.
Perkembangan masa
pertengahandanakhiranak-anak.......................... 9
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan
....................................................................................... 10
B.
Saran................................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan anak
yaitu perubahan yang terjadi kepada kejiwaan anak perkembangan prasekolah anak
yaitu perkembangan anak yang terjadi sebelum anak mengenal pendidikan formal
yaitu sekolah berlangsung pada umur 2 tahun sampai 6 tahun perkembangan anak
meliputi perkembangan fisik dan perkembangan kognitif, perkembangan fisik
meliputi ;pertumbuhan otak, sistem saraf, organ-organ indrawi, pertambahan tinggi dan
berat, hormon dll
Perkembangan kognitif Secara garis besar, piaget mengelompokan tahap-tahap perkembangan
kognitif seorang anak menjadi empat tahap: tahap sensorimotor, tahap
praoperasi, tahap opera konkret, dan tahap operasi formal. Tahap sensorimotor
lebih ditandai dengan pemikiran anak berdasarkan tindakan indrawinya.Tahap
praoperasi diwarnai dengan mulai digunakannya simbol-simbol untuk menghadirkan
suatu benda atau pemikiran, khususnya penggunaan bahasa.Tahap operasi konkret
di tandai dengan penggunaan aturan logis yang jelas.Tahap operasi formal
dicirikan dengan pemikiran abstrak, hipotesis, deduktif, serta induktif.
Berdasarkan
uraian diatas makalah ini akan mengulas lebih dalam tentang perkembangan anak
yang meliputi perkembangan fisik dan perkembangan kognitif.
B.
Permasalahan
Hal hal yang
menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
A. Perkembangan masa
anak-anak awal
B. Perkembangan masa
pertengahan dan akhir anak-anak
C. Tujuan
Makalah ini ditulis untuk menambah
pengetahuan akan perkembangan anak. Mengenai apa
saja yang terjadi dan bagaimana proses perkembangan yang terjadi pada anak. Tujuan yang jelas adalah supaya mengenal dan mengetahui perubahan yang terjadi
pada anak usia 2 sampai 6 tahun.
BAB II
PEMBAHASAN
Masa
anak- anak awal (prasekolah) berlangsung dari umur 2 tahun sampai 6 tahun,
beberapa ciri perkembangan pada masa ini adalah :
1. Perkembangan
fisik
Selama masa anak-anak awal, pertumbuhan fisik berlangsung
lambat di bandingkan dengan tingkat pertumbuhan selama masa bayi.Pertumbuhan
fisik yang lambat ini berlangsung sampai mulai munculnya tanda-tanda pubertas,
yakni kira-kira 2 tahun menjelang anak matang secara seksual dan pertumbuhan
fisik kembali berkembang pesat.
a. Tinggi
dan berat
Selama masa anak-anak awal, tinggi rata-rata anak bertumbuh
2,5 inci dan berat bertambah antara 2,5 hingga 3,5 Kg setiap tahunnya. Pada
usia 3 tahun, tinggi anak sekitar 38 inci dan beratnya sekitar 16,5 Kg. Pada
usia 5 tahun, tinggi anak mencapai 43,6 inci dan beratnya 21,5 Kg (Mussen,
Conger & kagan, 1969).
b. Perkembangan
otak
Di antara perkembangan fisik yang sangat penting selama masa
anak-anak awal ialah perkembangan otak dan sistem saraf yang berkelanjutan.Meskipun
otak terus bertumbuh pada masa awal anak- anak, namun pertumbuhannya tidak
sepesat pada masa bayi. Pada saat bayi mencapai usia 2 tahun, ukuran otaknya
rata-rata 75% dari otak orang dewasa, dan pada usia 5 tahun, ukuran otaknya
telah mencapai sekitar 90% otak orang dewasa (Yeterian & Pandya, 1988).
Pertumbuhan otak selama awal masa anak-anak disebabkan oleh
pertambahan jumlah dan ukuran urat saraf yang berujung di dalam dan di antara
daerah-daerah otak.Ujung-ujung urat saraf itu terus bertumbuh setidak-tidaknya
hingga masa remaja. Beberapa pertambahan ukuran otak juga disebabkan oleh
pertambahan myelination, yaitu suatu proses dimana sel-sel urat saraf
ditutup dan disekat dengan suatu lapisan sel-sel lemak. Proses ini berdampak
terhadap peningkatan kecepatan informasi yang berjalan melalui sistem urat
saraf. ( Desmita, 2012 : 127-128)
c. Perkembangan
motorik
Dengan bertambah matangnya perkembangan otak yang mengatur
sistem syaraf-otot (neuromuskuler) memungkinkan anak-anak usia ini lebih lincah
dan aktif bergerak. Dengan meningkatnya usia nampak perubahan dari gerakan
kasar mengarah kearah gerakan yang lebih halus yang memerlukan kecermatan dan
kontrol otot-otot yang lebih halus serta koordinasi. Keterampilan dan
koordinasi gerakan harus dilatih dalam hal kecepatannya dan keluwesannya.
Beberapa permainan dan alat bermain yang sederhana seperti
kertas koran, kubus-kubus, bola, balok titian, tongkat dapat digunakan untuk
membantu memperkembangakan aspek motorik ini. Beberapa keterampilan motorik
yang perlu dilatih dalam hal keluwesan, kecepatan dan ketepatannya antara lain
ialah: keterampilan koordinasi anggota gerak seperti tubuh untuk berjalan,
berlari, melompat, keterampilan tangan, jari-jemari dalam hal makan,
mandi, berpakaian, melempar, menangkap, merangkai dan lain-lain, keterampilan
kaki misalnya meniti, berjingkat, menari, menendang dan lain-lain. ( Gunarsa,
2008 : 11).
2. Perkembangan
Kognitif
a.
Perkembangan kognitif
menurut teori Piaget
Secara garis besar, piaget mengelompokan tahap-tahap
perkembangan kognitif seorang anak menjadi empat tahap: tahap
sensorimotor, tahap praoperasi, tahap opera konkret, dan tahap operasi formal.
Tahap sensorimotor lebih ditandai dengan pemikiran anak berdasarkan tindakan
indrawinya.Tahap praoperasi diwarnai dengan mulai digunakannya simbol-simbol
untuk menghadirkan suatu benda atau pemikiran, khususnya penggunaan
bahasa.Tahap operasi konkret di tandai dengan penggunaan aturan logis yang
jelas.Tahap operasi formal dicirikan dengan pemikiran abstrak, hipotesis,
deduktif, serta induktif.
Tahap-tahap diatas saling berkaitan.Urutan tahap-tahap tidak dapat
ditukar atau dibalik, karena tahap sesudahnya mengandaikan terbentuknya tahap
sebelumnya.Tetapi, tahun terbentuknya tahap tersebut dapat berubah-ubah menurut
situasi seseorang. Seseorang dapat mulai tahap operasi formal pada umur 11
tahun, sedangkan orang lain baru mulai tahap yang sama pada umur 15 tahun.
Perbedaan antara tahap sangat besar karena ada perbedaan kualitas pemikiran
yang lain. Meskipun demikian, unsur dari perkembangan sebelumnya tetap tidak
dibuang.Jadi, ada kesinambungan dari tahap ke tahap, walaupun ada juga
perbedaan yang sangat mencolok.
Tabel I, skema empat tahap perkembangan kognitif piaget
Tahap
|
Umur
|
Ciri pokok perkembangan
|
Sensorimotor
|
0-2 tahun
|
· Berdasarkan tindakan
· Langkah demilangkah
|
Praoperasi
|
2-7 tahun
|
· Penggunaan simbol/bahasa tanda
· Konsep intutif
|
Operasi konkret
|
8-11 tahun
|
· Pakai aturan jelas/logis
· Reversibel dan kekekalan
|
Operasi formal
|
11 tahun ke atas
|
· Hipotetis
· Abstrak
· Deduktif dan induktif
· Logis dan probabilitas
|
(Suparno,
: 24-25)
b. Persepsi
visual
Kematangan penglihatan juga meningkat pada usia prasekolah
dan otot-otot mata sudah berkembang di akhir usia prasekolah. Hal ini
memungkinkan anak menggerakan matanya untuk melihat sederetan huruf-huruf,
memusatkan penglihatan dan mempertahankan perhatiannya untuk jangka waktu cukup
lama.
c.
Perkembangan Memori
Dibandingkan dengan bayi, mengukur memori
anak-anak jauh lebih mudah, karena anak-anak telah dapat memberikan
reaksi secara verbal. Berikut ini akan diuraikan beberapa komponen penting dari
memori anak-anak usia pra sekolah, terutama memori jangka pendek dan jangka
panjang.
1) Memori jangka pendek
Dalam memori
jangka pendek, individu menyimpan informasi selama 15 hingga 30 detik, dengan
asumsi tidak ada latihan atau pengulangan. Memori jangka pendek ini sering di
ukur dalam rentang memori, yaitu jumlah item yang dapat diulang kembli dengan
tepat sesudah satu penyajian tunggal. Materi yang dipakai merupakan rangkaian
urutan yang tidak berhubungan
satu sama lain berupa angaka, huruf, atau simbol. Tes rentang memori pada
umumnya dimasukan kedalam tes intelegensi yang dibakukan item-itemnya. Dengan
menggunakan tes ini, terbukti bahwa rentang memori meningkat bersamaan dengan
tumbuhnya anak menjadi lebih besar.
2) Memori jangka panjang
Dalam studi yang
dilakukan oleh Brown dan Scout, terlihat bahwa anak usia 4 tahun mencapai
ketepatan 75% dari waktunya
dalam merekognisi gambar-gambar yang telah diperlihatkan satu minggu
sebelumnya. Beberapa studi juga menunjukan bahwa anak-anak memiliki memori
rekognisi yang baik sekalipun telah mengalami penundaan untuk jangka waktu yang
lama. Untuk mengungkapkan perbedaan antara memori anak-anak dengan memori orang
dewasa pada umumnya yang dilakukan adalah mengukur recall dari pada
mengukur recognition, sebab recall membutuhkan strategi pengulangan
yang relatif aktif dan pencarian yang berlangsung terus menurus dalam memori
kita.
d. Perkembangan Atensi
Atensi pada anak
telah berkembang pada masa bayi. Aspek-aspek atensi yang berkembang selama masa
bayi ini memiliki arti yang sangat penting selama tahun-tahun pra sekolah.
Penelitian telah menunjukan bahwa hilangnya atensi ( habituation) dan
pulihnya atensi ( dishabituation) bila diukur pada 6 bulan pertama masa
bayi, berkaitan dengan tingginya kecerdasan pada tahun-tahun pra sekolah.
e.
Perkembangan Metakognitif
Sebagai anak yang
mulai tumbuh menjadi lebih besar, mereka berusaha mengetahui tentang
pengetahuannya sendiri, tentang bagaimana belajar, dan mengingat
situasi-situasi yang dialami setiap hari, dan bagaimana seseorang dapat meningkatkan
penilaian kognitif mereka, para ahli psikologi menyebut tipe pengetahuan ini
dengan metakognitif, yaitu pengetahuan tentang kognisi. Menurut Margaret W.
Matlin (1994), metakognitif adalah “ knowledge and awareness about cognitive
processes-or our thoughts about thinking”. jadi yang dimaksud dengan
metakognitif adalah pengetahuan dan kesadaran tentang proses kognisi atau
tentang pemikiran kognitif.
Sejumlah peneliti
lain lebih tertarik untuk mempelajari kemampuan metakognitif anak-anak, apakah
anak-anak yang masih kecil telah mampu memahami pikiran-pikiran mereka sendiri
dan pikiran-pikiran orang lain. Hala Chandler dan Fritz (1991) misalnya,
menemukan bahwa anka-anak yang masih kecil usia 2 atau 2,5 tahun telah mengerti
bahwa untuk menyembunyikan sebuah objek dari orang lain merea harus menggunakan
taktik penipuan, seperti berbohong atau menghilangkan jejak mereka sendiri.
f.
Perkembangan bahasa
Dalam pembahasan
tentang perkembangan kognitif diatas telah disinggung dalam fase prakonseptual,
seiring dengan kemunculan simbolis, anak-anak mengalami perkembangan bahasa
yang pesat. Perkembangan bahasa yang cepat ini dianggap sebagai hasil
perkembangan simbolisasi. Dengan demikian pada masa ini anak-anak telah
mengalami sejumlah nama-nama dan hubungan antara simbol-simbol. Ia juga dapat
membedakan berbagai benda disekitarnya serta melihat hubungan fungsional antara
benda-benda tersebut.
Disamping itu pada masa ini penguasaan kosa
kata anak juga meningkat pesat. Anak menguncapkan kalimat yang makin panjang
dan makin bagus, menunjukan panjang pengucapan rata-rata anak telah mulai
menyatakan pendapatnya dengan kalimat majemuk. Sesekali ia menggunakan kata
perangkai akhirnya timbul anak kalimat. Schaerlaekens (1977), membedakan
perkembangan bahasa pada masa awal anak-anak ini atas tiga, yaitu priode
pra-lingual (kalimat satu kata), periode lingual- awal ( kalimat dua
kata) dari 1 hingga 2,5 tahun, dan periode differensiasi ( kalimat tiga
kata dengan bertambahnya diferensiasi pada kelompok kata dan kecapan verbal). (
Desmita, 2012: 134-139)
3. Perkembangan
Psikososial
Disamping perkembangan fisik dan kognitif sebagaimana telah
di bicarakan di atas, masa awal anak-anak juga ditandai dengan perkembangan
psikososial yang cukup pesat. Perkembangan psikososial yang terjadi pada masa
awal anak-anak, diantaranya hubungan dengan orang lain (orang tua &
teman sebaya), bermain dan perkembangan moral.
a. Hubungan
dengan orang tua
Sejumlah ahli mempercayai bahwa kasih sayang orang tua atau
pengasuhnya selama beberapa tahun pertama kehidupan merupakan kunci utama
perkembangan sosial anak, meningkatkan kemungkinan anak memiliki kompetensi
secara sosial dan penyesuaian diri yang baik pada tahun-tahun prasekolah dan
sesudahnya.
Salah satu aspek penting dalam hubungan orang tua dan anak
adalah gaya pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua. Studi klasik tentang
hubungan orang tua dan anak yang dilakukan oleh Diana Baumrind, 1972 ( dalam
Lerner & Hultsch, 1983) merekomendasikan tiga tipe pengasuhan yang dikaitkan
dengan aspek-aspek yang berbeda dalam tingkah laku sosial anak, yaitu
otoritatif, otoriter dan permisif. ( Desmita, 2012: 144).
b. Hubungan
dengan teman sebaya
Salah satu fungsi terpenting teman sebaya adalah sebagai
sumber informasi dan bahan pembanding di luar lingkungan keluarga.Melalui teman
anak memperoleh umpan balik tentang kemampuan yang dimilikinya.
c. Bermain
Bermain merupakan hal yang essensial bagi kesehatan anak.
Adapun manfaat bermain adalah :
1)
Meningkatkan kerjasama, tanggung jawab.
2)
Menghilangkan ketegangan
3)
Meningkatkan perkembangan kognitif
4)
Meningkatkan eksplorasi
5)
Memperluas kesempatan bagi anak untuk mengobrol dan berinteraksi dengan
teman sebaya.
d. Perkembangan
Moral
Perkembangan moral adalah berkaitan dengan aturan atau
konvensi tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya
dengan orang lain. Seseorang ketika dilahirkan tidak memiliki moral, tetapi
dalam dirinya terdapat potensi moral yang siap untuk dikembangkan.Karena itu,
melalui pengalamannya berinteraksi dengan orang lain, individu belajar memahami
tentang perilaku mana yang baik, yang boleh dikerjakan dan tingkah laku mana
yang buruk, yang tidak boleh dikerjakan.
Teori belajar sosial melihat tingkah laku moral sebagai
respon atas stimulus. Dalam hal ini, proses-proses penguatan, penghukuman, dan
peniruan digunakan untuk menjelaskan perilaku moral.Perkembangan moral pada
anak dapat berlangsung melalui beberapa cara yaitu, Pendidikan langsung, baik oleh
orang tua, guru atau orang dewasa lainnya. Identifikasi, dengan cara meniru
tingkah laku moral seseorang yang menjadi idolanya. Proses coba-coba (trial dan
error), yaitu mengembangkan tingkah laku moral secara coba-coba.
B. Perkembangan
Masa Pertengahan dan Akhir Anak-anak
Periode
ini mulai sejak anak-anak berusia 6 tahun sampai dengan seksualnya matang,
Kematangan seksual ini sangat bervariasi baik antar jenis kelamin maupun antar
budaya yang berbeda.Masa ini disebut
juga masa anak sekolah. Anak-anak sudah lebih mandiri. Pada masa inilah anak
paling peka dan paling siap untuk belajar. Mereka haus akan pengetahuan dan
ingin selalu mengetahui dan memahami.
Pertumbuhan fisik anak tetap berlangsung,
anak menjadi lebih tinggi, lebih berat, lebih kuat, dan lebih banyak belajar
berbagai keterampilan.
Proses
kognitif mereka sudah lebih logis dan tidak egosentris lagi. Anak sudah lebih mampu berfikir, belajar, mengingat,
dan berkomunikasi. Mereka juga sudah dapat memperhitungkan berbagai aspek yang
ada sebelum mengambil suatu kesimpulan.Salah satu kemampuan kognitif yang
berkembang pada saat ini adalah kemampuan melakukan konservasi (konsep
bolak-balik ; mampu memahami sesuatu ; misalnya air, banyak air akan tetap
sama, walaupun tempatnya berbeda-beda). Anak juga sudah memperlihatkan kemajuan
dalam konsep waktu, dan jarak, walaupun pemahaman mereka mengenai angka masih
terbatas.
Pada masa ini kosa
kata anak sangat meningkat dan mereka dapat menguasai tata bahasa. Mereka juga
sudah dapat belajar menguasai lebih dari satu bahasa (multilingualisme). Secara
formal mereka sudah dapat diajarkan membaca dan menulis.
Perkembangan
sosial anak mulai meningkat yang ditandai dengan adanya pengetahuan dan
pemahaman mereka mengenai kebutuhan ketentuan maupun peraturan-peraturan.
Selain itu hubungan-hubungan antara anak dengan keluarga, teman sebaya dan
sekolah sangat mewarnai perkembangan sosialnya.
Perkembangan kepribadian anak sangat
dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kognitifnya. Hal ini akan membentuk persepsi
anak mengenai dirinya sendiri, dalam kompetensi sosialnya, dalam peran jenis
kelaminnya, dan dalam menegakan pendapatnya mengenai apa yang benar dan salah
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perkembangan Masa Anak-anak Awal (prasekolah) berlangsung dari
umur 2 tahun sampai 6 tahun. adapun ciri perkembangan pada masa ini
meliputi: Perkembangan fisik, perkembangan Kognitif, dan perkembangan
psikososial. Perkembangan Fisik masa anak-anak awal meliputi: tinggi dan berat
badan, perkembangan otak, dan perkembangan Motorik, sedangkan perkembangan
kognitif masa anak-anak awal meliputi: perkembangan Persepsi, Memori, Atensi,
Metakognitif, dan Bahasa. Adapun perkembangan psikososial masa anak-anak
meliputi: perkembangan permainan, hubungan dengan orang tua. Hubungan dengan
teman sebaya, gender, dan terakhir yaitu Moral.
Adapun
Perkembangan masa pertengahan dan akhir anak-anak dimulai sejak anak-anak
berusia 6 tahun sampai dengan seksualnya matang. Adapun cirri perkembangan pada
masa ini meliputi: perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan
psikososial. Perkembangan fisik pada masa pertengahan dan akhir ini meliputi:
keadaan berat dan tinggi badan, serta perkembangan motorik. Sedangkan
perkembangan kognitif masa ini meliputi: perkembangan memori, pemikiran kritis,
inteligensi (IQ), kecerdasan Emosional (EQ), kecerdasan Spiritual (SQ),
kreativitas, dan bahasa. Adapun perkembangan psikososial pada masa ini
meliputi: perkembangan pemahaman diri, hubungan dengn keluarga. Hubungan dengan
teman sebaya.
B.
Saran
Demikianlah
makalah yang dapat kami buat, sebagai manusia biasa kita menyadari dalam
pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan.Untuk itu
kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini dan berikutnya.Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.Amin.
Daftar
Pustaka
Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT
Remaja Posdakarya.
Gunarsa. 2008. psikologi
perkembangan anak dan remaja. Jakarta:
Gunung Mulya (online), (http://www.google.books. Diunduh 21 April 2013 pukul 13.00).
Suparno.Teori
perkembangan kognitif jean piaget. Kota: Kanisun (online), (http://www.google.books. Diunduh 21 April 2013 pukul 13.10)
