KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah
ini yang berjudul e-learning.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT. senantiasa meridhai
segala usaha kita, Amin.
Palopo, November 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ................................................................................ i
DAFTAR
ISI .............................................................................................. ii
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang .................................................................................. 1
B.
Rumusan
masalah .............................................................................. 2
C.
Tujuan
penulisan ............................................................................... 2
BAB
2
PEMBAHASAN
A.
Pengertian e-learning ......................................................................... 3
B.
Manfaat e-learning............................................................................. 4
C.
Kelebihan dan kekurangan e-learning................................................. 6
D.
Kendala dalam e-learning................................................................... 7
E.
Solusi masalah e-learning di indonesia................................................. 8
BAB
3
PENUTUP
A.
Kesimpulan
....................................................................................... 9
B.
Saran................................................................................................. 9
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring
dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terjadi perkembangan
yang cukup pesat di bidang strategi pembelajaran. Salah satunya pemanfaatan
teknologi komputer dalam kegiatan belajar mengajar adalah program e-learning
yang telah menjadi salah satu kebutuhan bagi civitas akademika, baik
pendidik maupun peserta didik.Perubahan paradigma strategi pembelajaran
dari teacher-centered ke student-centered mendorong civitas akademika untuk
menggunakan e-learning sebagai salah satu metode pembelajaran yang
dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan e-learning diharapkan
dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas
aktivitas dan kemandirian peserta didik, serta komunikasi antara pendidik
dengan peserta didik maupun antar peserta didik.E-learning juga dapat digunakan
unuk mengatasi keterbatasan ruang kelas serta hambatan jarak dan waktu di dalam
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.Seperti Sebagaimana yang disebutkan di atas,
e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih
ekonomis.E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan
bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta
didik.Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses
bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang
demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap
materi pembelajaran.Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar
otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena
yang mengambil peran guru adalah komputer dan
panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents
writer", designer e-learning dan pemrogram komputer.Dengan adanya
e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah :melakukan
pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan
tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhirmengembangkan diri atau melakukan
penelitian guna meningkatkan wawasannyamengontrol kegiatan belajar peserta
didik.Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara
langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik
e-learning ini.Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang
tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e
(elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan
kekurangan
B. Rumusan Masalah
a. Apa
yang dimaksud dengan e-learning?
b. Apa
manfaat diadakannya e-learning?
c. Bagaimana
kelebihan dan kekurangan menggunakan e-learning?
d. Apa
sajakah kendala dalam penerapan e-learning di Indonesia?
e. Bagaimanakah
solusi untuk menghadapi masalah e-learning?
C. Tujuan Penulisan
a. Untuk
mengetahui tentang e-learning
b. Untuk
mengetahui manfaat adanya e-learning
c. Untuk
mengetahui kelebihan dan kekurangan e-learning
d. Untuk
mengetahui kendala dalam e-learning
e. Untuk
mengetahui solusi dalam menghadapi masalah e-learnig
BAB
2
PEMBAHASAN
A.
Pengertian E-learning
E-Learning
adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi
komputer, jaringan komputer dan/atau Internet.E-learning juga berarti sebuah
proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Menurut Darin E. Hartley [Hartley,
2001] menyatakan bahwa e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang
memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media
Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. Sedangkan LearnFrame.Com
dalam Glossary of e-Learning Terms [Glossary, 2001] menyatakan suatu definisi
yang lebih luas bahwa e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan
aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet,
jaringan komputer,maupun komputer standalone. Matthew Comerchero dalam
E-Learning Concepts and Techniques [Bloomsburg, 2006] mendefinisikan E-learning
adalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi,
efisiensi, dan teknologi.Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa
harus menjaga diri mereka tetap termotivasi.E-learning efisien karena
mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi.Jarak dieliminasi karena isi dari
e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dari terminal komputer yang
memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapat
mengakses jaringan atau Internet.Dari definisi-definisi yang muncul dapat kita
simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi
informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu
e-Learning.Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan
dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam
bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang
lebih luas yaitu internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk
belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara
fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas.E-Learning sering pula
dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari
intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak
harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun
internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola
e-Learning.Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai
kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar
dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
B.
Manfaat E-learning
a. Lebih mudah mendapatkan
materi atau info Jika menggunakan sistem pembelajaran berbasis e-learning,
proses belajar akan lebih mudah baik dalam mencari dan mendapatkan materi atau
info. Tinggal mengetik apa yang di cari, tunggu sebentar, peserta didik langsung
dapat materinya.
b. Bisa mendapatkan materi
yang lebih banyak pendidik maupun peserta didik bisa mendapatkan banyak
sekali materi, tidak hanya dari dalam negeri, bahkan mereka bisa mencari materi
yang berasal dari luar negeri yang tentunya akan menambah wawasan bagi mereka
dan juga bisa untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
c. Pembelajaran lebih
efektif dan efisien waktu dan tenaga Jika ada tugas, peserta didik bisa mencari
bahan yang mereka butuhkan dengan cepat. Tidak harus ke sana ke mari untuk mendapatkan
bahan yang mereka butuhkan. Hanya duduk di depan komputer atau laptop, lalu
mencari yang dibutuhkan. Setelah itu, susun tugasnya dan selesai.
d. Dapat berinteraksi
langsung dengan siapapun Seorang peserta didik bisa saja bertanya pada
temannya materi apa yang diajarkan hari ini atau tugas apa yang diberikan, jika
hari itu tidak bisa berangkat karena suatu alasan. Peserta didik juga
bisa bertanya langsung pada pengajar materiapa yang diajarkan atau tugas apa
yang diberikan. Dalam berinteraksi, pesrta didik dan pengajar bisa menggunakan
media tulisan.Peserta didik mengetik apa yang akan dibicarakan atau ditanyakan
kemudian dikirim ke alamat yang dituju. Mereka juga bisa berinteraksi langsung,
bisa bertatap muka dan berbicara langsung dengan orang yang diajak
bicara.Karena kemajuan teknologi, sekarang hal itu bisa terjadi dengan alat
yang bernama webcam.
e. Bisa mengetahui materi
atau tugas lebih awal Mahasiswa bisa melihat jadwal atau tugas yang
diberikan oleh dosennya yang sudah di upload. Jadi, mahasiswa sudah tahu apa
yang akan dilakukan hari ini dan dapat mempersiapkannya lebih awal.Dan masih
banyak lagi manfaat-manfaat lain.Namun secara umum :
1. Bagi guru
Menurut
Soekartawi (2003) pemanfaatan e-learning memberikan manfaat bagi guru, antara
lain:
a. Lebih mudah melakukan
pemutakhiran (update) bahan-bahan belajar yang menjadi tanggungjawabnya sesuai
dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi;
b. Mengembangkan atau
melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu yang dimiliki relatif
banyak.
c. Mengontrol kebiasaan
belajar siswa, bahkan guru dapat mengetahui kapan siswa belajar, topik apa yang
dipelajari, berapa lama suatu topik dipelajari, serta berapa kali suatu topik
tertentu dipelajari ulang;
d. Mengecek apakah siswa telah mengerjakan
soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu.
e. Memeriksa jawaban siswa
dan memberitahukan hasilnya kepada siswa.
Sedangkan menurut A.W. Bates
(1995) dan K. Wulf (1996), ada empat manfaat e-learning khususnya bagi guru
yaitu:
a. Meningkatkan kadar
interaksi pembelajaran antara siswa dan guru (enhance interactivity)
b Memungkinkan terjadinya
interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility)
c. Menjangkau siswa dalam
cakupan yang luas (potential to reach a global audience)
d. Mempermudah penyempurnaan dan
penyampaian materi pembelajaran (easy updating of contents as well as
achievable capabilities).
2. Bagi siswa
Manfaat
utama e-learning bagi siswa ialah fleksibelitas belajar siswa yang
lebih optimal, dimana ia bisa mengakses bahan-bahan dengan cara membaca atau
mengunduh bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Siswa juga dapat
berkomunikasi dengan guru setiap saat. Dengan demikian menurut manfaat
e-learning dapat diperinci sebagai berikut:
a. Fleksibel dari segi
waktu, dimana siswa dapat belajar sesuai dengan waktu yang dimiliki, tidak
seperti pembelajaran konvensional yang terikat dengan jadwal pelajaran yang
telah ditentukan.
b. Fleksibel dari segi fasilitas,
tempat dan fasilitas belajar, dimana siswa bebas belajar dimana pun yang
dianggap kondusif, dengan catatan tempat maupun lingkungan tersebut dapat untuk
mengakses internet.
c. Suasana belajar tidak ada
hambatan psikologis. Siswa dapat belajar dengan e-learning tanpa rasa takut,
malu atau kendala-kendala psikologis lainnya. Siswa tidak perlu merasa malu
ketika melakukan kesalahan ketika belajar.
d. Membiasakan pemanfaatan ICT,
dimana siswa akan terbiasa belajar atau mencari informasi yang memungkinkan
untuk meningkatkan kemampan maun pengetahuannya. Secara tidak langsung,
e-learning juga meningkatkan keterampilan siswa dalam pemanfaatan ICT untuk
kesuksesan hidup.
3. Bagi sekolah
Model e-learning juga memberikan
manfaat yang besar bagi sekolah, utamanya dalam hal:
a. Menyediakan bahan ajar yang
telah divalidasi oleh ahli sesuai dalam bidangnya (ahli materi dan ahli media)
sehingga setiap guru dapat menggunakan dengan mudah sehingga efektivitas dan
efisiensi pembelajaran secara keseluruhan akan meningkat;
b. Pengembangan isi
pembelajaran akan sesuai dengan pokok-pokok bahasan;
c. Sebagai pedoman praktis
implementasi pembelajaran sesuai dengan kondisi dan karakteristik pembelajaran;
dan
d. Mendorong menumbuhkan sikap
kerja sama antara guru dengan guru, guru dengan siswa dalam memecahkan masalah
pembelajaran.
C.
Kelebihan dan Kekurangan
E-Learning
a. Kelebihan E-Learning
Kelebihan
menggunakan e-Learning diantaranya sebagai berikut :
· Fleksibel karena siswa dapat
belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe pembelajaran yang
berbeda-beda.
· Menghemat waktu proses
belajar mengajar.
· Mengurangi biaya
perjalanan
· Menghemat biaya pendidikan
secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
· Menjangkau wilayah
geografis yang lebih luas
· Melatih pembelajar lebih
mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
b. Kekurangan E-Learning
Kekurangan
menggunakan e-learning diantaranya adalah sebagai berikut :
· Karena e-learning menggunakan
teknologi informasi, tidak semua orang terutama orang yang masih awam dapat
menggunakannya dengan baik.
· Membuat e-learning yang
interaktif dan sesuai dengan keinginan pengguna membutuhkan programming yang
sulit, sehingga pembuatannya cukup lama.
· E-learning membutuhkan
infrastruktur yang baik sehingga membutuhkan biaya awal yang cukup tinggi.
· Tidak semua orang mau
menggunakan e-learning sebagai media belajar.
D.
Kendala Dalam E-Learning
Di dalam
penerapannya di Indonesia, e-learning juga memiliki beberapa keterbatasan dan
kendala yang harus diwaspadai, seperti sebagai berikut :
a. Investasi
Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pelatihan, akan tetapi
memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya. Sehingga bila tadak
dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerugian besar. Investasi ini dalam
bentuk capital ataupun sumber daya manusia.
b. Budaya
Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk
belajar atau mengikuti pelatihan melalui komputer, dimana hal ini baru dimiliki
oleh sebagian kecil sumber daya manusia.Oleh karena itu, change management yang
handal sangat diperlukan untuk menjamin kesuksesan penerapan e-learning ini.
c. Teknologi
dan Infrastruktur E- learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan yang
handal dan teknologi yang tepat. Akan tetapi, ketersediaan infrastruktur dan
teknologi ini masih belum memadai bagi beberapa perusahaan.
d. Desain
Materi Penyampaian materi dalam bentuk e-learning tentu berbeda dengan
penyampaian materi dalam training konvensional.Penyampaian materi melalui
e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric.
Saat ini masih sangat sedikit
instructional designer yang berpengalaman dalam membuat suatu paket pelajaran
e-learning yang memadai.Seringkali hambatan dan keterbatasan e-learning
tersebut membuat implementasi e-learning di Indonesia berjalan dengan sangat
lamban.Bahkan tidak jarang hambatan tersebut membawa perusaahaan pada kegagalan
implementasi yang merugikan perusahaan jutaan dollar atau miliaran
rupiah.Walaupun terdapat keterbatasan dan hambatan di Indonesia, penerapan
e-learning di dunia, termasuk di Negara tetangga terus melaju pesat. Para
praktisi pelatihan di dunia sudah tidak meragukan akan nmeledaknya penggunaan
e-learning di dunia, mereka hanya tinggal menunggu waktunya. Semua
perusahaan-perusahaan kelas dunia telah bergerak kea rah e-learning ini.
E.
Solusi Masalah E-Learning di
Indonesia
Diperlukan
ide-ide untuk memecahkan masalah e-learning di Indonesia.Hal itu diperlukan
agar sistem ini dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.Untuk masalah
biaya penggunaan internet, sebaiknya pemerintah dan perusahaan-perusahaan
telekomunikasi membuat suatu kesepakatan untuk menyediakan layanan internet
murah terutama untuk bidang pendidikan. Kalau bisa gratis lebih baik.Atau bisa
juga dengan meyediakan hotspot bagi sekolah-sekolah atau perguruan tinggi perguruan
tinggi yang belum memilikinya. Karena salah satu kendala belum bisa
terlaksananya e-learning secara maksimal adalah masalah biaya penggunaan
internet. Jika pemerintah dan perusahaan telekomunikasi berhasil membuat
kesepakatan itu, e-learning akan menjadi lebih mudah dilaksanakan di Indonesia.
Yang tentunya sangat bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia yang
imbasnya bisa sampai ke segala bidang seperti teknologi, sosial, budaya, dll
BAB 3
PENUTUP
A. Simpulan
E-Learning
adalah mutlak diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan jaman dengan
dukungan Teknologi Informasi dimana semua menuju ke era digital, baik mekanisme
maupun konten. Pengembangan sistem e-Learning sistem harus didahului dengan
melakukan analisa terhadap kebutuhan dari pengguna (user needs). Sesuai dengan
paradigma rekayasa sistem dan perangkat lunak, kebutuhan dari pengguna ini
memiliki kedudukan tertinggi, dan merupakan dasar kreasi dan kerja pengembangan
pendidikan.
B.
Saran
Menggunakan
e-learning dengan sebaik-baiknya dan sebijak-bijaknya guna untuk keperluan
pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
